Senin, 16 September 2024

Maulid antara kufur & syukur !?

 و أنت لمّا ولدت أشرقت الأرض # و ضاءت بنورك الأفق

فنحن من ذلك الضياء # و فى النور و سبل الرشاد نخترق

Maulid Nabi adalah perayaan umat muslim sebagai tanda syukur mereka atas kelahiran sayyidull khalq nabi besar Muhammad SAW, memang secara ijma’ maulid adalah perkara “muhdats”  yg berarti tidak ada dizaman baginda Nabi SAW

 menurut pendapat kuat dinuqil dari Imam Sakhawi :  maulid baru ada setelah abad ke-3 hijriah pada dinasti fathimiyah

Maulid kufur...! ucap mereka dengan lantang hanya dikarnakan tidak adanya maulid pada zaman nabi dan 
:disokong oleh pemahaman tekstualis mereka mengenai hadits riwayat Imam Bukhari berikut


 "من أحدث فى أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد"

“segala perkara baru dalam agama dan tidak pernah diajarkan oleh Nabi maka ia tertolak”

atau hadits lain yg senada kandungannya dengan hadits tersebut, Padahal ‘muhdats” tidak serta merta bisa menjadi dalil bahwa maulidan adalah hal yg diharamkan dalam agama Islam, karna ketika kita mengharamkan segala hal yg “muhdats”, maka konsekuensinya akan merembet ke perkara2 lainnya, semisal : Pengumpulan Al-Quran, Penulisan Al-Qur’an, Shalat Tarawih berjamaah, Mazhab Fiqh yg 4, pembagian segala macam fann keilmuan seperti Nahwu, Balagah,.. dsb. Karna hal-hal tersebut juga termasuk dalam klasifikasi muhdats

Jikalau mereka mau berlapang hati sedikit, melihat kepada konteks daripada terpaku pada teks saja, maka perkara-perkara muhdats tadi ataupun yg lainnya masihlah berakarkan kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW, tidak secara “sharahatan” melainkan “kinayatan”, tidak secara “Mantuqan binnash” melainkan “Mafhum muwafaqah binnash”, tidak secara gamblang melainkan satir

!...Justru maulid adalah syukur

Sebagaimana dalam hadist shahih, nabi ditanya mengapa berpuasa dihari senin lalu ia menjawab “karna itu hari kelahiranku”, bukankah ini tanda syukur beliau, bukankah lebih utama lagi kita umatnya untuk mensyukuri hal tersebut !?, Syaikh Abu Abdillah bin Hajj dalam kitabnya "al-madkhal" memberikan ulasan mengenai hadis ini bahwa: "Tidaklah Baginda Nabi ekstra dalam melakukan amalan amalan tambahan di bulan bulan tertentu, melainkan dikarnakan kasih sayang beliau kepada kita dan khawatir hal tersebut menjadi wajib bagi kita ummatnya". Maka Maulid nabi adalah satu diantara manifestasi rasa syukur kita atas diutusnya rahmat bagi semesta alam, sebagaimana Allah berfirman dalam surat yunus ayat 58

"قل بفضل الله و برحمته فبذالك فليفرحوا هو خير مما يجمعون"

Katakanlah atas karunia Allah SWT dan Rahmat-Nya, maka berbahagialah, hal itu lebih baik dari apa yg mereka kumpulkan

Bukankah Allah SWT telah mengatakan kepada kita 

"و ما أرسلناك إلا رحمة للعالمين" (الانبياء 107).

“Dan tidaklah kami utus engkau wahai Muhammad kecuali “rahmat” bagi seluruh alam”

 

 Jadi, dapat dipahami bahwa perayaan maulid ini adalah event dimana kita umat islam berbahagia atas nikmat yg luar biasa ini, serta ajang untuk menarik masyarakat awam mengenal lebih intens sosok nan agung dan mulia Baginda Muhammad SAW

Maka Berbahagialah umat muslim... manifestasikanlah kebahagiaan tersebut dengan segala hal yang positif; membaca alquran, hadir majlis taklim, berpuasa, bersodaqoh,... dsb,  selama perayaan maulid ini tidak tercampur dengan tarian, musik, ikhtilath lawan jenis atau hal-hal syubhat lainnya, maka maulid dibolehkan secara syara', hal ini ditegaskan juga oleh Syaikh Abdullah Shidiq AlGhumari dalam risalahnya "husn tafahhum wa ddark limasalaati tark" syair berbunyi 

يا عصبة ما خبرأمة محمد # و سعى إلى افسادها لاهي

طار و مزمار و نغمة شادن # أرأيت قط عبادة بملاهي

 dan selama kita meyakini bahwa ia adalah Rasulullah dan tidak menyekutan Allah SWT, maka pujian setinggi apapun boleh kita kirimkan kepada beliau SAW sebagaimana dikatakan Imam Bushiri dalam burdahnya

دع ما دعته النصارى فى نبييهم # واحكم بما شئت مدحا فيه واحتكم

وانسب إلى ذاته ما شئت من شرف # وانسب إلى قدره ما شئت من عظم

فإن فضل رسول الله ليس له حد # فيعرب عنه ناطق بفم

 berbahagialah, karna itu adalah bentuk cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, penuh harap dengan segala manifestasi cinta ini, kita legit diakui sebagai umat nabi Muhammad SAW diakhirat  kelak serta dapat cashback berupa syafaat dari baginda Muhammad SAW

إذا كان هذا كافرا جاء ذمّه # و تبّت يداه فى الجهيم مخلّدا

أتى أنّه فى يوم الاثنين دائما # يخفف عنه للسرور بأحمدا

فما الظن بالعبد الذي كان عمره # بأحمد مسرورا و مات موحدا

Jika orang seperti Abu Lahab saja yg jelas jelas tercela dan kekal dineraka, Setiap hari senin diringankan siksaannya hanya karna ia bergembira dengan lahirnya nabi Muhammad SAW, Maka bagaimana jika seorang hamba yg berbahagia sepanjang hidupnya atas kelahiran nabi Muhammad dan wafat dalam keadaan Islam ?!”

(Imam Al-hafidz Syamsuddin Muhammad Nashiruddin addimasyqi)

السلام عليك يا رسول الله, السلام عليك يا نبيّ الله, السلام عليك يا حبيب الله...

Senin,12 Rabiul Awwal1446 H#






Senin, 21 Maret 2022

(Hari Ibu, Bolehkah?)

21 maret adalah hari dimana masyarakat Mesir memperingati “Hari Ibu”, mereka membuat kapal yg dipenuhi dengan hiasan bunga-bunga dan memajangnya dibalkon rumah ataupun jalanan, untuk itu selagi momentumnya tepat ingin rasanya kami sedikit berbagi maklumat kami mengenai hari ini, apa yg kami dapati dari guru-guru kami.

Karena hal ini adalah baru dan Islam tidak berbicara spesifik mengenainya, pasti ada saja yg mempermasalahkannya, dengan lantang dan yakinnya mereka berkata kita tidak perlu hari ibu, karena patuh dan sayang pada ibu ataupun orangtua umumnya berlaku untuk sepanjang masa... !?

   Jawab : Ya, benar memang Islam mewajibkan kita pemeluknya agar senantiasa untuk patuh dan taat pada kedua orang tua sepanjang masa, bahkan sekalipun mereka tidak dengan keyakinan yg sama dengan kita, hal ini senada dengan firman Allah SWT Q.S Luqman:14-15 :

ووصّينا الإنسان بوالديه حملتْه أمْه وهنا على وهن وفصاله فى عامين أن اشكر لي و لوالديك إليّ المصير [14] و إنْ جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما و صاحبهما فى الدنيا معروفا واتّبع سبيل من أناب إليّ ثمّ إليّ مرجعكم فأنبّئكم بما كنتم تعملون [15]
 Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yg bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (14), Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yg tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yg kembali kepada-Ku, maka kelak akan kuberitakan kepadamu apa yg telah kamu kerjakan didunia (15)”.

   Adapun hadits bukankah kita sudah tidak asing lagi dengan kisah seorang pemuda yg ingin berjihad bersama Rasulullah SAW untuk menjaga agama ini sedangkan ibunya masih hidup, lalu Rasulullah SAW berkata padanya : 

"إلزمْ رجليها فثمّ الجنّة !"

Taat dan merendahlah kepada ibumu maka itu akan menjadi sebab engkau masuk kedalam surga!” (hadits riwayat Ibnu Majah).

Banyak lagi ayat ayat yg bercerita mengenai taat pada kedua orangtua ataupun hadits hadits nabi yg rasanya sudah kita ketahui, dan tidak perlu rasanya dipaparkan satu persatu.

Keberadaan hari ibu ini tidak menyalahi dan bertentangan dengan syariat Islam itu sendiri,  bisa kita katakan ia justru menjadi bagian kecil dari bagian besar syariat Islam yg khusus berbicara mengenai patuh dan sayang pada orangtua atau ibu khususnya dalam konteks ini (Juzz dari Kull kita sebut dalam mantiqnya), ringkasnya bisa kita katakan hari ibu ini adalah satu warna diantara sekian banyak warna yg menggambarkan bagaimana pentingnya mentaati, menghormati, serta menyayanginya.

Terlebih jika kita renungkan lebih dalam lagi, hari ibu dapat menjadi langkah awal kesadaran pentingnya patuh dan sayang kepadanya untuk orang-orang awam dan anak-anak (kita sebut “tadarruj fittarbawiyyah”).

   Maka, dengan penjelasan yg telah berlalu tidak mengapa bagi kita untuk memeriahkan dan merayakannya, dengan syarat setiap harinya kita senantiasa taat, patuh, dan sayang kepada ibu khususnya serta orangtua atapun keluarga pada umumnya, sebagaimana yg Allah SWT dan Rasulnya SAW inginkan dari kita melalui perantara agama Islam yg ajarkan kepada kita dengan syariatnya nan indah.


   Bait syair indah mengenai taat pada kedua orang tua oleh Imam Syafi’i –rahimahullah ta’ala- yg kami dapatkan dari halaman facebook mahaguru kami Syekh Ali Jum’ah (Mantan Mufti Mesir) –Hafizahullah ta’ala- :



Taati perintah Allah SWT # Dan penuhi hatimu dengan rasa takut kepada-Nya,

Agama ini adalah hak & kewajiban # Ia akan menjadi lentera Rohani dan Jasmani,

Pegang teguhlah agamamu karna ia adalah # Investasi nikmat kebahagiaanmu kelak,

Taatilah Ayahmu karna ia adalah # Orang yg menjaga serta mendidikmu sedari belia,

Tunduk dan senangi Ibumu # Karena durhaka kepadanya termasuk dosa besar,

Ibu telah mengandungmu selama 9 bulan # Serta menahan rasa sakit dan jemu,

Ingatkah ketika engkau sakit # Ibu turut merasa sakit dan hatinya sedih melihatmu.

الحمد لله على نعمة الإيمان و الاسلام, و يا ربّ ارحم والدينا كما ربّيانا صغيرا فأنت أرحم الرامين


Wallahu A’lam Bisshawab.

#IbnAmruRay #21maret_SelamatHariIbu

#Darrasah_Cairo_Egypt.












Sabtu, 19 Maret 2022

( 1 Golongan yg selamat )

 باب شرح السنّة حدّثنا أحمد بن حنبل و محمد بن يحيى قالا حدّثنا أبو المغيرة حدّثنا صفوان ح و حدّثنا عمرو بن عثمان حدّثنا بقيّة قال حدّثني صفوان نحوه قال حدّثني أزهر بن عبد اللّه الحرازي عن أبي عامر الهوزني عن معاوية بن أبي سفيان أنّه قام فينا فقال ألا إنّا رسول الله قام فينا فقال ألا إنّ من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتي و سبعين ملّة و إنّ هذه الملة ستفترق على ثلاث و سبعين ثنتان و سبعون فى النار وواحدة فى الجنّة وهي الجماعة (سنن أبي داود)

“ Bab Penjelasan Sunnah bercerita kepada kami Imam Ahmad bin Hanbal ... (Sesungguhnya umat islam akan terbagi kepada 73 golongan, 72 masuk kedalam neraka dan hanya satu golongan yg selamat, merekalah ahlussunnah wal jama’ah).

Kajian Kutubusittah bersama Syeikh Abdullah Izzuddin Assyafii
 mesjid syeikh Shalih Ja'fari Cairo, Egypt.


Tatkala kami sampai di hadits yg mengatakan bahwa kelak umat muslim akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu saja yg selamat, lantas syekh Abdullah Izzuddin assyafii -hafizahullah ta'ala- pun meminta kami mensifati satu golongan yg selamat...

Hadirin : Yg berpegang pada Qur'an serta sunnah... Yg mengikuti sahabat,,, yg mengikuti langkah ulama2 salaf... Yg.. Yg... Yg....

Lalu syekh tersenyum dan berkata:

" Ya wahai ananda semuanya benar, tapi ingat dan pegang satu point penting yg menjadi karakteristik satu golongan yg selamat ini adalah :

"فرقة ناجية التي تحمل همّ ثنتي و سبعين فرقة؛ كثرة الدعاء لهم و تحمل الشفقة المحمّدية"

"Mereka adalah orang-orang yg mementingkan keadaan 72 golongan lain, mereka yg senantiasa siang dan malam berdoa agar Allah SWT memberikan hidayah kepada 72 golongan lain, mereka yg mencintai golongan lain sebagaimana mencintai dan menginginkan kebaikan yg mereka punya ada digolongan lain, sebagaimana hal yg dicontohkan Baginda Nabi SAW (teladan rahmah beliau SAW tidak perlu rasanya dipaparkan karena sudah menjadi konsumsi umum dan kita pun tahu beliau SAW pun diutus sebagai rahmah bagi alam (Amr Dharuriy))."

-sebagai contoh- Bukankah kita tau, bahwa Bilal bin Rabbah muazzin diera Rasulullah SAW dulunya hamba sahaya yg hari-harinya dipenuhi dgn hinaan, azab, cemooh dari kafir Qurays, halnya demikian beliau senantiasa berdoa untuk mereka tiap hendak azan :

"اللّهم اهد قريشا و أهل مكة فيظهر منهم من يقيموا و يحافظوا على هذا الدين"

"Ya Allah, berilah petunjuk kepada kafir qurays dan penduduk mekkah, karna aku yakin akan muncul diantara mereka orang-orang yg akan mendirikan dan menjaga agama ini".

 niscaya ini jua akan menjadi satu diantara sebab terjadinya fathul makkah, terhadap kafir saja seperti ini, maka tentulah terhadap saudara sesama muslim dan mukmin, sesama mentauhidkan Allah SWT lebih layak dan pantas.

jadi disini bukan angka/pun siapa yg dipandang, melainkan sifat dari mereka.

اللّهم ارزقنا الاستقامة على سائر الأقوال و الأفعال وارزقنا الشفقة المحمّدية واهدنا و جميع أمة  المسلمين.

14 Sya'ban 1443H.

Minggu, 27 Februari 2022

Isra' Mi'raj, Hikmah & Tafsir ayatnya

 

 

الحمد لله الذي أسري بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى.

و الصلاة والسلام على من شَرَّفَه الله تعالى بوصف العبودية و نَسَبَه إليه ودعاه إلى حضرته العلية فى مراقى التجلي و منازل القرب عند سدرة المنتهى عندها جنة المأوى  ؛فشاهده و ناجاه و حيّاه و لبّاه : "التحيات لله و الطيبات لله" فقال له مجيبا : "السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته, وأهدى لأمتك الصلوات الخمس معراجَ المؤمن إلى الله تعالى وهي نفحاتٌ تفرح بها الأرواح  و معارجَ للأشباح إلى حضرة العلى الفتاح.

و بعد ...     

Keinginan meraup berkah dibulan Rajab, serta agar  mempermudah wadah teman teman yg cukup memiliki kesibukan dan halangan dari mengetahui isra’ mi’raj langsung dari sumbernya, mendorong kami untuk meringkas kisah isra’ mi’raj yg disampaikan guru-guru kami di Azhar serta kami sandingkan dgn kitab kecil yg berjudul "السراج الوهاج فى قصة الإسراء و المعراج" , karya Syeikh Shalih Ja’fari -rahimahullah ta’ala-, agar teman teman dapat mengenal peristiwa isra’ mi’raj dengan sumber yg jelas, guna dan tujuan menambah iman kepada Allah SWT dan cinta kepada baginda nabi Muhammad SAW.

Isra’ Mi’raj

Peristiwa Isra’ Mi’raj yg bertepatan pada malam 27 Rajab menurut Jumhur Ulama ini adalah salah satu mukjizat Baginda Nabi Muhammad SAW, sebagai gambaran kepada umat betapa mulianya kedudukan Baginda Nabi SAW disisi Allah SWT, klasifikasinya sebagai mukjizat ini sudah cukup menjadi penjelas bagi kita agar jangan sampai bertanya: “bagaimana mungkin? bukankah hal itu mustahil?”, karena memang yg namanya mukjizat tidak akan dapat tergambar oleh akal manusia yg terbatas ini, melainkan untuk menjelaskan lemahnya kita sebagai makhluk dan butuhnya kita kepada khalik –jalla wa ala-, serta juga untuk menguji keimanan makhluk terhadap perkara-perkara ghaib yang Maha benar kabarkan kepada kita melalui Rasulnya.

Maka dari itu, tentu dapat kita nisbahkan gelar ahmaq (dungu) terhadap orang-orang kafir jahiliyah, pun masyarakat dewasa ini yang tidak membenarkan peristiwa Isra’ mi’raj, hanya lantaran mustahil menurut akal sehat dan adat, manusia dapat melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu malam saja dari masjidil haram (Mekkah) ke masjidil aqsa (Palestina).

 

Isra’ (perjalanan horizontal di malam hari)

Tatkala baginda nabi SAW berbaring dirumahnya, datanglah malaikat Jibril dan Mikail –alaihamassalam- membawa baginda nabi ke pelataran sumur zam-zam, kemudian terjadi peristiwa syaqqusshadr (Jibril membelah dada baginda nabi SAW) kali ke-3. Adapun hikmah syaqqusshadr adalah agar hati baginda Nabi SAW dibersihkan dari sifat sifat buruk manusia, kemudian diisi dengan hikmah, ilmu, serta iman, guna dan tujuan persiapan kesanggupan baginda nabi SAW untuk melewati isra’ mi’raj ini yaitu bertemu langsung dengan khaliknya Allah –jalla wa ala-, agar tidak sampai hilang kesadaran seperti keadaan nabi Musa as ketika hanya ingin melihat tuhannya, sebagaimana yg telah kita ketahui bahwa nabi Musa as pingsan tatkala ingin melihat khaliknya Allah –jalla wa ala- dibukit tursina (ayat 143 surat al-a’raf), apatah lagi berjumpa langsung dengan Allah –jalla wa ala- yg akan dihadapi baginda nabi SAW.

Setelah peristiwa syaqqusshadr, baginda nabi SAW menunggangi buraq (salah satu hewan surga lebih rendah dari kuda dan tinggi dari keledai dalam suatu riwayat) yg dipandu langsung oleh malaikat Jibril as, berangkat dari masjidil haram (Mekkah) menuju masjidil aqsa (Palestina), yang berdasarkan ijma’ ulama perjalanan ini dengan roh dan jasad beliau SAW dalam keadaan sadar (tidak mimpi), setibanya di masjidil aqsa malaikat Jibril as menjadi muadzin yg mana baginda Nabi SAW mengimami shalat yg dihadiri 124.000 nabi serta 313 rasul  (jumlah ini berdasarkan hadits yg diriwaytakan sahabat abu dzar tatkala ia bertanya jumlah nabi dan rasul kepada baginda nabi SAW), dan diantara mereka hanya 25 nabi saja yg disebutkan dalam al-qur’an, hal ini senada dengan ayat 78 surat ghafir :

  ولقد أرسلنا رسلا من قبلك منهم من قصصنا عليك و منهم من لم نقصص عليك و ما كان لرسول أن يأتي بآية إلا بإذن الله فإذا جاء أمر الله قضي بالحق وخسر هنالك المبطلون

Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yg kami ceritakan kepadamu dan ada pula yg tidak kami ceritakan kepadamu, tidak dapat bagi seorang rasul untuk mendatangkan suatu mu’jizat kecuali dengan izin Allah, maka ketika datang perintah Allah diputuskanlah (semua perkara) dengan adil, dan ketika itu merugilah orang-orang yg berpegang pada kebatilan.

 

Tiga poin penting dari sekilas peristiwa isra’ ini :

1. Shalat adalah wasilah hamba untuk berjumpa dengan ALLAH SWT. sebagaimana baginda nabi shalat terlebih dahulu sebelum mi’raj (berjumpa dgn Allah SWT), bedanya beliau SAW berjumpa dengan ruh dan jasad, sedangkan kita umatnya hanya sebatas ruh.

2. Allah SWT menjaga jasad para nabi. Senada dengan hadits shahih yg diriwayatkan Abu daud bahwa nabi bersabda :” ... perbanyaklah shalawat kepadaku, sungguh aku akan menjawab shalawat kalian, bertanya sahabat : “ bagaimana engkau menjawab shalawat kami karna engkau pasti akan wafat? Nabi menjawab :”Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi.”

3. Bolehnya bertabarruk (ngalap berkah) kepada para nabi dan shalihin. Ditengah perjalanan ke masjidil aqsa baginda nabi SAW singgah dipohon yg dulunya nabi Musa as pernah istirahat dibawahnya, tatkala ia keluar dari Mesir menuju Madyan, beliau SAW shalat 2 rakaat disana dan berdoa:” Ya Allah, sesungguhnya aku butuh kepadamu, maka limpahkanlah kepadaku anugerahmu yg tiada terputus (tafsir surat Al-qasas:24). Adapun bertabarruk dengan orang shalih (wali) dijelaskan dalam kisah nabi Zakaria tatkala ia berdoa di mihrab sayyidah Maryam agar Allah SWT berikan ia rezeki anak yg baik (tafsir surat ali-imran:38).

 

 Mi’raj (perjalanan vertikal)

Langit pertama baginda nabi SAW berjumpa dengan nabi Adam as, langit kedua nabi Yahya as dan Isa as, langit ketiga nabi Yusuf as, langit keempat nabi Idris as, langit kelima nabi Harun as, langit keenam nabi Musa as (yg nantinya meminta baginda nabi SAW agar meminta keringanan ibadah shalat kepada Allah SWT), langit ketujuh nabi Ibrahim as.

Kemudian Baginda nabi melihat sidratul muntaha, kemudian melihat surga dan neraka serta apa dan bagaimana keadaan didalamnya, kemudian melihat tempat yg tercatat disana qadha dan qadar makhluk, kemudian nabi sampai ditempat teduh yg dinaungi awan, bagindapun sujud seraya berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT; terbukalah tabir (kasyaf) baginda nabi SAW dan melihat tuhannya Allah –jalla wa ala-, Allah SWT pun mewajibkan baginda nabi SAW dan umatnya ibadah shalat yg awalnya 50 kali dalam sehari menjadi 5 kali sehari setelah bolak balik atas pinta nabi Musa as agar tidak memberatkan bagi umatnya,

-Ala kulli hal-, sekembalinya dari isra’ mi’raj ini tersiarlah kabar ini di khalayak ramai, orang-orang kafir menertawakan baginda nabi SAW dan menuduh bahwa ia hanyalah pendusta, ditengah itu Abu bakar (salah satu pembesar arab mekkah/tokoh masyarakat mekkah saat itu) menjadi orang yg pertama kali membenarkan peristiwa isra’ mi’raj yg telah dilalui oleh baginda nabi SAW, dan beliau juga berkata :” kalaulah dinding yg kulihat dgn dua mata kepalaku ini berwarna hitam tetapi Muhammad mengatakan ia putih, maka sungguh aku akan membenarkannya dan aku akan menyalahkan penglihatanku.”, dari sini digelarlah beliau dengan ash-shiddiq (yg membenarkan), tentunya keyakinan ini muncul karena memang ia mengenal baginda nabi SAW semenjak belia sampai dewasa tidak pernah berdusta karena ia diberi gelar al-amin (orang yg dapat dipercaya).

 

Lima poin penting dari sekilas peristiwa mi’raj ini :

1. Baginda nabi SAW berjumpa dengan Allah SWT "diatas", tidak menunjukkan bahwa Allah SWT berada diatas (bertempat ”makaan”) –subhanah- melainkan menunjukkan kedudukan (“makaanah”), maksudnya sesuai dengan akal manusia yg menilai bahwa “pasti yg lebih tinggi kedudukannya lebih mulia dari yang dibawah” dengan perbandingan bahwa Allah SWT yg berada diatas lebih tinggi dan mulia dari berhala yg mereka sembah dibumi (dibawah).

2. Berada dalam kebenaran tidak menjanjikan bahwa kita akan disukai semua orang, senada dengan hinaan kuffar yg baginda nabi SAW hadapi, sekalipun mereka tahu bahkan merekalah yg memberi gelar al-amin kepada baginda nabi SAW, sayangnya tatkala nabi mendapat wahyu mereka mengingkari segala yg datang dari beliau SAW demi menjaga kedudukan dan kenikmatan yg mereka miliki sebagai pembesar, dan taqlid buta terhadap ajaran nenek moyang.

3. Besarnya pengaruh jabatan (kedudukan) sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, senada dengan prilaku sahabat Abu bakar ash-shiddiq -radhiyallahu anhu- selaku tokoh masyarakat quraisy dan orang terpandang dikalangannya menjadi pembenar terhadap apa yg dihadapi baginda nabi SAW, sekalipun banyak orang bahkan kalangan pembesar sepertinya juga yg mencemooh dan mendustakan baginda nabi SAW tanpa khawatir prilakunya tersebut mendatangkan kebencian dari kalangan  pembesar sepertinya, karena ini beliau justru yg awalnya hanya terpandang dimata masyarakat (gelar tokoh masyarakat) menjadi terpandang dihadapan Allah SWT, rasulnya SAW, dan umatnya (dengan gelar ash-shiddiq). 

4. Cintanya nabi Muhammad SAW kepada umatnya, kita tahu bahwa nikmat terbesar bagi kita hamba Allah adalah dapat melihat zat Allah SWT, sekalipun baginda nabi SAW dalam keadaan baru mendapat sukacita atas dukanya terhadap peristiwa wafatnya istri dan paman tercintanya, justru baginda nabi SAW tidak menetap atau berlama dalam peristiwa mi’raj ini (yg mana hal ini bisa terjadi jika ia SAW sang kekasih Allah SWT meminta) melainkan ia kembali kebumi yg penuh penderitaan, dengan penuh harap agar nikmat melihat Allah SWT juga dirasakan oleh umatnya.

5. Pentingnya ibadah shalat, biasanya Allah SWT menyampaikan perintahnya kepada rasulnya melalui perantara malaikat Jibril as, tidak dengan ibadah satu ini, khusus utk ibadah shalat, ibadah yang pertama kali dihisab dari hambanya di hari kiamat nanti, ibadah yang gerak geriknya (takbir, ruku’ & sujud) menggambarkan penghambaan seorang manusia kepada Allah SWT, ibadah shalat ini langsung diterima oleh baginda nabi SAW dari Allah SWT tanpa perantara.

Tafsir ayat isra’ mi’raj

 {سبحان الذى أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنرياه من آياتنا إنه هو السميع البصير}

Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya dari masjidil haram ke masjidil aqsa yg telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda tanda kebesaran kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar dan mengetahui”.

 

(Maha suci Allah) / [سبحان الذى] :

Aku adalah tuhanmu yang maha mulia dan berkuasa, tidak ada makhluk yg dapat berbuat seperti apa yg aku lakukan.

(telah memperjalankan hambanya) / [أسرى بعبده] :

Yaitu baginda nabi Muhammad SAW, disini Allah SWT tidak menyebut beliau rasul-Nya melainkan hamba-Nya, menunjukkan kedudukan hamba lebih agung daripada rasul disisi Allah SWT, juga kemuliaan rasulullah SAW juga tampak dari disini, karena penghambaan beliau SAW langsung diakui oleh Allah SWT dengan menisbahkan kata hamba kepada dhamir (kata ganti) yg kembali kepada Allah SWT langsung.

(pada malam hari dari masjid haram ke aqsa) / [ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى] :

Dalam bahasa arab kalimat أسرى  sudah bermakna perjalanan yg dilakukan dimalam hari, adapun hikmah Allah SWT menyebutkan kata ليلا (malam) disini adalah bentuk penegasan bahwa memang keinginan (iradah) Allah SWT agar peristiwa ini terjadi dimalam hari, sehingga terbentuklah disini ujian keimanan untuk hambanya, apakah mereka akan beriman terhadap hal ghaib dan asing yg datang dari baginda nabi Muhammad SAW melalui izin Allah SWT ataukah tidak ?!,  karena jika perjalanan ini terjadi disiang terang benderang, akan berimanlah banyak diantara mereka karena mereka menyaksikan peristiwa diluar nalar manusia dengan mata kepala mereka, maka dari itu beriman kepada hal ghaib menjadi salah satu sifat orang yg beriman senada al-baqarah ayat 3.

(yg telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan ia sebahagian dari tanda-tanda kebesaran kami) / [الذي باركنا حوله لنريه من أياتنا] :

Menunjukkan bahwa nabi adalah orang yang lebih kuat kedudukannya daripada batasan waktu, tempat dan panca indra, dan paling tinggi imannya diantara hamba Allah SWT, seolah ia al-amin SAW berkata : "berimanlah kalian kepada Allah SWT!, karena sungguh aku telah melihatnya, berimanlah kalian kepada para rasul dan malaikat!, karena sungguh aku telah melihatnya, berimanlah kalian kepada hari pembalasan!, karena sungguh aku telah melihat surga dan neraka". Dan disini dapat kita pahami juga dibalik tingginya kemuliaan nabi SAW,  semua ini bukanlah berasal dari kemampuan baginda nabi SAW, melainkan kemampuan Allah SWT, karena kalaulah memang dengan kemampuan baginda nabi SAW tentulah ungkapannya adalah “agar ia melihat tanda-tanda kebesaran kami” tapi tidak, disini justru “agar KAMI memperlihatkan kepadanya (Muhammad) tanda-tanda kebesaran kami (malaikat,rasul,sidratul muntaha,arasy,dll)".

(Sungguh ia maha mendengar lagi maha mengetahui) / [إنّه هو السميع البصير] :

Ada 2 pendapat ulama mengenai kata ganti (dhamir) khusus diayat ini :

1. kembali kepada Allah SWT, karena memang Ia maha mendengar apapun hingga semut didalam sarangnya dan maha mengetahui segala hal yg tersembunyi sebagaimana mudahnya mengetahui hal-hal yg tampak.

2. kembali kepada nabi Muhammad SAW, karena ia SAW telah mendengar kalam Allah SWT langsung, mengetahui hal-hal dibalik panca indra serta diluar nalar manusia, dan melihat langsung Allah SWT, senada dengan ayat 17-18 surat an-najm : “Penglihatannya tidak berpaling dari apa yg dilihatnya dan tidak melampauinya (17), Sesungguhnya ia sudah melihat sebahagian tanda-tanda kekuasaan tuhannya yg paling besar (18)". Maka dari itu dapat dipahami dengan penutup ayat isra’ ini bahwa baginda nabi Muhammad SAW adalah hamba yg paling kuat pendengaran dan penglihatannya dibandingkan hamba-hamba lainnya.

 

اللهم صلّ و سلّم و بارك على سيّدنا محمد

 و على آله الأطهار و أصحابه الأخيار ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

وارحم أبي و أمي كما ربّياني صغيرا يا ربّ.

 

26/Rajab/1443 - 27/Februari/2022

 Darrasah, Cairo, Egypt.

~IbrahimRay.

Rabu, 09 Februari 2022

{Keharmonisan Ayat-Ayat dalam Surat Al-Mu'minun}

Source: Google
  

Surat Al-Mu'minun

 Surat ke-23 yang berada di Juz 18, tergolong makkiyah, terdiri dari 118 ayat, dan hanya 4 lembar ini (sesuai Qur'an hafalan 14 baris tiap halaman), pun demikian halnya ia justru mencakup esensi dari keberadaan manusia, terkhusus orang-orang yang beriman secara ringkas, sesuai dengan arti dari nama surat ini sendiri.

  Diksi pembuka, isi & penutupnya membentuk harmonisasi serta bahu membahu menjadi satu kesatuan yg berwujud dalam nama surat ini sendiri, seolah-olah ketika membaca surat ini ia sedang menggambarkan bagaimana individual dari seorang mukmin itu seharusnya. 

I'jaz Quran melalui surat ini, ia bercerita sesuai dengan susunan bahasa dan akal (lughawi & mantiqi) :

 Dimulai awal surat ini dengan diksi:

 " Sungguh telah beruntung orang-orang yg beriman " / (قد أفلح المؤمنون)

Dan ditutup akhir surat ini dengan diksi :

" Sesungguhnya orang-orang kafir tidak akan beruntung "/  (إنه لا يفلح الكافرون...)

MasyaAllah Tabaarakallah.

 --- 

-Diawal : bercerita tentang sifat dari orang mukmin itu sendiri, kemudian penjelasan mengenai asal usul keberadaan manusia didunia baik dalam segi ilmiah maupun agamis.

- Dipertengahan : bercerita mengenai kiat agar hidup meraih keberkahan dan kebahagiaan dengan mengikuti tuntunan-tuntunan yang dibawa oleh para Rasul.

- Diakhir : bercerita bagaimana dan apa balasan yg akan didapatkan bagi orang-orang yang beriman dan orang-orang yang ingkar diakhirat, serta bantahan bagi hujjah mereka-mereka yg ingkar kelak pun sudah tercantum di akhir surat ini, yg berbunyi  : 

.(ألم تكن ءاياتي تتلى عليكم فكنتم بها تكذّبون (١٠٥))

" Bukankah ayat-ayatku sudah dibacakan pada kalian semua (da'wah telah sampai kepada mereka2 yg kafir), tetapi kalianlah yg selalu mendustakannya (Al-mu'minun 105) ".

 +  Faidah bonus: satu dari sekian faedah indah yg dapat diambil, bahwa isi surat ini berulang kali menceritakan kekufuran umat Nabi Nuh, Hud, Shalih, Musa & Harun, serta rasul2 lainnya -alaihimussalam- dengan alasan yg sama, yaitu : Risalah ketauhidan ini dibawakan oleh "manusia seperti mereka". Ajaban!,  alasan orang-orang yang mengingkari ketauhidan tuhan adalah lantaran pembawa risalah adalah manusia seperti mereka  "إلا بشر مثلكم ", hal ini berulang kali disebutkan dalam surat ini, nah aneh dan lucunya dalam waktu bersamaan mereka justru menjadikan Tuhan mereka (yg derajatnya jelas diatas Rasul secara akal) dari bebatuan ( yg derajatnya jelas dibawah manusia secara akal) menjadi  jelaslah bobroknya pemikiran mereka yang diselubungi egoisme dari mereka sendiri, jelas juga alasan mereka menolak syariat yang Allah SWT sampaikan melalui rasul-rasulnya bukanlah karena menghalangi maslahat kehidupan mereka, dan juga bukan karena Allah SWT belum memberi mereka hidayah (yg menjadi alasan khalayak ramai dewasa ini), melainkan ego serta kesombongan terhadap wibawa dan apapun yg mereka punyalah yg menjadikan mereka buta terhadap ayat-ayatNya. 

Mari luangkan sedikit waktu untuk beristifadah melalui surat ini, toh cuma 4 lembar kok, pun bisa dengan surat-surat lain, jika ada faidah lebih lain boleh berbagi ya geys!, baik dari kolom komentar ataupun direct message di akun fakir pribadi, agar yg lain juga dapat faidah dari usaha yg telah antum curahkan. 

Semoga Allah SWT senantiasa beri kita taufiqnya serta menjauhkan kita dari sifat-sifat yg menjauhkan kita dari syariat Islam ini.

Ayo giat membaca Qur'an !,  Ayo giat menyelami samudra Qur'an !,  Ayo membumikan Qur'an dengan prilaku sehari-hari !, 

mumpung bulan Rajab, mari menanam amal agar dibulan Sya'ban hanya menyiram amal-amal yg sudah menjadi kebiasan dibulan Rajab, serta di bulan Ramadhan sudah terbiasa dan tinggal memetik apa yg sudah ditanam dan dirawat dibulan-bulan sebelumnya.


~IbnAmruRay

#Rabu, 06.15 am, 09/02/22   #Darrasah,Cairo.

Jumat, 28 Januari 2022

Islam & Kristen

 Part 1 : Nabi Isa as versi Islam & versi Kristen dewasa ini.

ذلك عيسى ابن مريم قول الحقّ الذي فيه يمترون ( ٣٤) ما كان للّه أن يتخذ من ولد سبحانه إذا قضى أمرا فإنّما يقول له كن فيكون (٣٥) و إنّ اللّه ربّي و ربّكم فاعبدوه هذا صراط مستقيم (٣٦)} ( مريم : ١٩ ) 

"Demikianlah Isa putra Maryam mengatakan perkataan benar yang didalamnya mereka perselisihkan (34) tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci dia. Apabila hendak menetapkan sesuatu Dia hanya berkata, "jadilah!", maka jadilah sesuatu itu (35) (Isa berkata) Dan sungguh Ialah tuhanku dan tuhan kalian maka sembalah Ia inilah jalan yg lurus (36). 

   Ayat ini menjadi pembeda keyakinan Nabi Isa as versi islami dan versi kristen dewasa ini. 
Isyarat (ذلك "demikianlah") merujuk dan menutup ayat 30-33 sebelumnya yg menjelaskan bahwa Nabi Isa as mengatakan  ia hanyalah hamba yg diutus sebagai nabi dan rasulnya, hal ini juga sejalan dengan "Injil Bernaba" yg menafikan paham mereka bahwa Nabi Isa as disalib sebagai penebusan dosa terdahulu yg pernah dilakukan Nabi Adam as, naasnya keberadaan injil ini sudah mereka tolak karna bertentangan dgn paham yg dewasa ini mereka anut. 

  Perubahan pertama yg mereka lakukan adalah segala hal yg berhubungan dengan identitas Nabi Isa as.  

  Dalam keyakinan mereka:

  ( Nabi Adam as bermaksiat kepada Allah SWT dengan melanggar perintahnya agar tidak memakan buah khuldi disurga, maka ia dan keturunannya diberikan dosa dan berhak diazab, lalu karna rahmatnya Allah SWT juga kepada hambanya, ia menjelmakan kehendaknya dalam sosok jasmani yg dzahir dan sosok ini rela disalib untuk menebus dosa Nabi Adam as.

  Tatkala ia dikandung maryam Allah kabarkan melalui malaikat jibril bahwa ia akan melahirkan "juru selamat dunia" serta roh kudus akan bersemayam dalam tubuhnya, yaaa ialah yg sekarang mereka yakini dengan anak Allah juga anak manusia dalam bersamaan, dilahirkan diBethlehem, Palestina yaitu ISA BIN MARYAM AS, dan diberi nama Yesus yg bermakna "juru selamat".

  Ketika ia lahir muncullah bintang baru di langit sebagai tanda kelahiran nabi yg akan membawa risalah untuk meluruskan serta menyempurnakan risalah sebelumnya, sampailah kabar ini kepada Herodus  raja bangsa Yahudi pada saat itu, muncul ketakutan bahwa Nabi ini akan menjadi sebab hancurnya kekuasaannya dan berhasrat akan membunuhnya, lantas ia mengutus agamawan majusi (ulama pada saat itu) agar membawa bayi tersebut kepadanya dengan dalih ingin mengabdi dan menjaga bayi tersebut. Bermimpilah salah seorang 'alim "Yusuf Nazaret" bahwa akan datang utusan raja Herodus yg akan membawa bayi ini dan membunuhnya, ia-pun membawa Maryam dan bayinya keluar dari Yerusalem (Palestina saat itu) berangkat ke Mesir dan menetap di biara muharraq, beberapa bulan setelah menetap diMesir Yusuf Nazaret bermimpi lagi, kali ini agar membawa Maryam dan bayinya kembali lagi ke Palestina, karna raja Herodus telah wafat. Sekembalinya ke Palestina, mereka menetap di Nazaret (kota terbesar di Distrik Utara Israel saat ini). 

   Beranjak di usia 30 tahun Yesus dibaptis disungai Yordan oleh Yohanes pembaptis (nabi Yahya), kemudian ia berpuasa 40 hari, setelah itu barulah mulai penginjilan (upaya penyampaian kristenisasi) yg dilazimi 12 murid yg mengikutinya, kemudian dua demi dua orang diutus untuk melakukan penginjilan ke desa-desa Yahudi dan Galilea di Palestina, proses penginjilan ini berlangsung selama lebih kurang 3 tahun, dan dikisaran waktu itu Yesus menampakkan tanda-tanda ketuhanannya (menurut mereka) seperti : menyembuhkan orang sakit, memberi penglihatan orang buta, mengusir roh-roh jahat, dll. 

  Maka, ketika orang - orang Yahudi melihat bahwa proses penginjilan terus menerus ini akan mengubah kepercayaan mereka, mereka pun berkomplot untuk melawan Yesus dan membuat - buat dusta tentangnya, lalu menangkap Yesus dan diserahkan ke Pilatus (perwakilan penguasa Romawi di Palestina saat itu), dan mengeluarkan dekret agar membunuhnya dengan disalib, kemudian Yesus-pun dikuburkan (menurut mereka). Tiga hari berlalu setelah dikuburkan, Yesus bangkit pada hari paskah dan menetap dibumi selama 40 hari, setelah itu Yesus diangkat kelangit dihadapan murid-muridnya yg ia tunjuk untuk menyebarkan agamanya setelah ia berkata kepada mereka ;"Pergilah dan sebarkan Injil kepada semua ciptaan, baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak & Roh Kudus ...)  

 To be Continued ...


#Darrasah, Cairo, Mesir 
#Perbandingan Agama oleh Syeikh Muhammad Abu Zahrah & Syeikh 'Iwadullah Jad Hijazi

Jumat, 10 Desember 2021

Ternyata Tajwid ada falsafahnya lo !!

 Bosan dengan ilmu tajwid yg monoton ? nah buku ini solusinya .

   {[ و رتّل القرآن ترتيلا [المزمل:٤}

"Dan bacalah olehmu (Muhammad) qur'an itu dengan tartil"

Atsar sahabat Ali bin abi thalib mengenai makna tartil :
 "تجويد الحروف و معرفة الوقوف"
"Tartil adalah membaca al-qur'an dengan kaedah bacaan yg seharusnya (sebagaimana diajarkan oleh ulama) dan mengetahui tempat-tempat berhentinya."


Penulis: Syaikh Dr. Muhammad Ad-Dusuki Kahilah
                                          Source:Google.

  Tentunya banyak diantara kita sudah menguasai, pun terlebih lagi pasti mengenal dengan fann ilmu yg satu ini, tapi tahukah teman-teman sekalian; ternyata ilmu tajwid itu punya falsafahnya lo, jadi, dengan membaca buku ini teman-teman bukan hanya sekedar mendapat pengetahuan monoton mengenai ilmu tajwid itu sendiri, melainkan asal muasal dan alasan kenapa, mengapa, dan apa hikmah dibalik hukum tajwidnya;
"kok huruf ini makhrajnya disini, kok huruf ini sifatnya ini, kok waqafnya disini, kok ta' taknis marbuthah ditulis mabsuthah,dll" , plus lagi sebagaimana ada pepatah; 
(dengan contoh akan menjelas perkataan), maka, tiap bab di buku ini, akan disuguhi persoalan mengenai bab tersebut beserta langsung dengan jawabannya dan gak cuma itu saja, hebat dan  kerennya lagi, jawaban-jawaban ini langsung dibarengi dengan mashadir (sumber) dan maraji'nya (rujukannya) dari kitab ulama-ulama yg mu'tamad, yaa sebagaimana hal ini yg kita kenal dengan "tawatur dalam periwayatan keilmuan", jadiii, gak ngarang ya sobb, 
gak perlu pusing dan mikir 2 kali deh untuk membeli dan membaca buku ini, hehehe.

  Nah mungkin sekian sedikit review kami mengenai buku tersebut.
 -alhamdulillah  wa biiznih- kami diberi kesempatan untuk dapat bertalaqqi langsung dengan pengarang kitab tersebut Syaikh Dr. Muhammad Ad-Dusuki Kahilah -Hafizahullah ta'ala-. Jadi, itulah alasan mengapa kami berani merekomendasikan buku ini untuk teman-teman sekalian, agar tidak merasa bosan dengan fann ilmu satu ini.
Pokoknya reccomended deh ... !!
   
Maquraa Mesir Khataman 'Fiqh FiAhkami At-tajwid" bersama penulis.
   

   

Kamis, 09 Desember 2021

Ajaran Kristiani itu Islami ?

 Kristiani Timur Tengah/ Eropa (Konstantin/Roma) ?

Katedral dibangun atas suruhan nabi Isa -alaihissalam- ?

  Semua itu bermula (ketika negara api menyerang, eh bukan, lu kira Avatar, ya canda jgn baper gan ehm), diYerusalem 22 tahun setelah kematian nabiyyuna Isa -alaihissalam-, sampai 1869 M, itupun dengan melalui berbagai bentuk perkembangan dogma & perdebatan dikalangan uskup sendiri serta antusiasme buta terhadap gereja, dsb), perubahan dari ajaran murni diKonstantin sampai sekarang melewati 20 generasi pemikiran, perdebatan patriach, Uskup yg akhirnya menjadikan ajaran mereka berpusat di Roma.

   Ajaran Kristiani seyogyanya sejalan dengan Islam, namun dogmatisme untuk berbagai kepentingan para Uskuplah yg mengaburkan itu semua. 

   Apa dogma mereka? Kenapa? Dari timteng kok berpusat ke Eropa (Roma) ? 

Belajar ceunah !!, eh santai guys, ntar dipostingan berikutnya kita bahas lagi. 

yg jelas perubahan Kristen murni, hingga menjadi Kristen yg kita kenal dewasa ini, dapat kita globalkan secara ringkas kepada 3 garis beras :

1. Perancuan terahadap identitas Nabi Isa as.

2. Peranan zaman ke zaman yg dilewati Kristen.

3. Pengaruh hukum Gereja.

insya Allah, 3 point diatas akan kami jelaskan secara ringkas di postingan-postingan berikutnya . 

AlFaqir tengah Muhadharah
Kelas Milal & Nihal Fak. Aqidah Falsafah Tk.3 Al-Azhar, Kairo.

#Ibrahim_Ray.