Rabu, 09 Februari 2022

{Keharmonisan Ayat-Ayat dalam Surat Al-Mu'minun}

Source: Google
  

Surat Al-Mu'minun

 Surat ke-23 yang berada di Juz 18, tergolong makkiyah, terdiri dari 118 ayat, dan hanya 4 lembar ini (sesuai Qur'an hafalan 14 baris tiap halaman), pun demikian halnya ia justru mencakup esensi dari keberadaan manusia, terkhusus orang-orang yang beriman secara ringkas, sesuai dengan arti dari nama surat ini sendiri.

  Diksi pembuka, isi & penutupnya membentuk harmonisasi serta bahu membahu menjadi satu kesatuan yg berwujud dalam nama surat ini sendiri, seolah-olah ketika membaca surat ini ia sedang menggambarkan bagaimana individual dari seorang mukmin itu seharusnya. 

I'jaz Quran melalui surat ini, ia bercerita sesuai dengan susunan bahasa dan akal (lughawi & mantiqi) :

 Dimulai awal surat ini dengan diksi:

 " Sungguh telah beruntung orang-orang yg beriman " / (قد أفلح المؤمنون)

Dan ditutup akhir surat ini dengan diksi :

" Sesungguhnya orang-orang kafir tidak akan beruntung "/  (إنه لا يفلح الكافرون...)

MasyaAllah Tabaarakallah.

 --- 

-Diawal : bercerita tentang sifat dari orang mukmin itu sendiri, kemudian penjelasan mengenai asal usul keberadaan manusia didunia baik dalam segi ilmiah maupun agamis.

- Dipertengahan : bercerita mengenai kiat agar hidup meraih keberkahan dan kebahagiaan dengan mengikuti tuntunan-tuntunan yang dibawa oleh para Rasul.

- Diakhir : bercerita bagaimana dan apa balasan yg akan didapatkan bagi orang-orang yang beriman dan orang-orang yang ingkar diakhirat, serta bantahan bagi hujjah mereka-mereka yg ingkar kelak pun sudah tercantum di akhir surat ini, yg berbunyi  : 

.(ألم تكن ءاياتي تتلى عليكم فكنتم بها تكذّبون (١٠٥))

" Bukankah ayat-ayatku sudah dibacakan pada kalian semua (da'wah telah sampai kepada mereka2 yg kafir), tetapi kalianlah yg selalu mendustakannya (Al-mu'minun 105) ".

 +  Faidah bonus: satu dari sekian faedah indah yg dapat diambil, bahwa isi surat ini berulang kali menceritakan kekufuran umat Nabi Nuh, Hud, Shalih, Musa & Harun, serta rasul2 lainnya -alaihimussalam- dengan alasan yg sama, yaitu : Risalah ketauhidan ini dibawakan oleh "manusia seperti mereka". Ajaban!,  alasan orang-orang yang mengingkari ketauhidan tuhan adalah lantaran pembawa risalah adalah manusia seperti mereka  "إلا بشر مثلكم ", hal ini berulang kali disebutkan dalam surat ini, nah aneh dan lucunya dalam waktu bersamaan mereka justru menjadikan Tuhan mereka (yg derajatnya jelas diatas Rasul secara akal) dari bebatuan ( yg derajatnya jelas dibawah manusia secara akal) menjadi  jelaslah bobroknya pemikiran mereka yang diselubungi egoisme dari mereka sendiri, jelas juga alasan mereka menolak syariat yang Allah SWT sampaikan melalui rasul-rasulnya bukanlah karena menghalangi maslahat kehidupan mereka, dan juga bukan karena Allah SWT belum memberi mereka hidayah (yg menjadi alasan khalayak ramai dewasa ini), melainkan ego serta kesombongan terhadap wibawa dan apapun yg mereka punyalah yg menjadikan mereka buta terhadap ayat-ayatNya. 

Mari luangkan sedikit waktu untuk beristifadah melalui surat ini, toh cuma 4 lembar kok, pun bisa dengan surat-surat lain, jika ada faidah lebih lain boleh berbagi ya geys!, baik dari kolom komentar ataupun direct message di akun fakir pribadi, agar yg lain juga dapat faidah dari usaha yg telah antum curahkan. 

Semoga Allah SWT senantiasa beri kita taufiqnya serta menjauhkan kita dari sifat-sifat yg menjauhkan kita dari syariat Islam ini.

Ayo giat membaca Qur'an !,  Ayo giat menyelami samudra Qur'an !,  Ayo membumikan Qur'an dengan prilaku sehari-hari !, 

mumpung bulan Rajab, mari menanam amal agar dibulan Sya'ban hanya menyiram amal-amal yg sudah menjadi kebiasan dibulan Rajab, serta di bulan Ramadhan sudah terbiasa dan tinggal memetik apa yg sudah ditanam dan dirawat dibulan-bulan sebelumnya.


~IbnAmruRay

#Rabu, 06.15 am, 09/02/22   #Darrasah,Cairo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar