Senin, 21 Maret 2022

(Hari Ibu, Bolehkah?)

21 maret adalah hari dimana masyarakat Mesir memperingati “Hari Ibu”, mereka membuat kapal yg dipenuhi dengan hiasan bunga-bunga dan memajangnya dibalkon rumah ataupun jalanan, untuk itu selagi momentumnya tepat ingin rasanya kami sedikit berbagi maklumat kami mengenai hari ini, apa yg kami dapati dari guru-guru kami.

Karena hal ini adalah baru dan Islam tidak berbicara spesifik mengenainya, pasti ada saja yg mempermasalahkannya, dengan lantang dan yakinnya mereka berkata kita tidak perlu hari ibu, karena patuh dan sayang pada ibu ataupun orangtua umumnya berlaku untuk sepanjang masa... !?

   Jawab : Ya, benar memang Islam mewajibkan kita pemeluknya agar senantiasa untuk patuh dan taat pada kedua orang tua sepanjang masa, bahkan sekalipun mereka tidak dengan keyakinan yg sama dengan kita, hal ini senada dengan firman Allah SWT Q.S Luqman:14-15 :

ووصّينا الإنسان بوالديه حملتْه أمْه وهنا على وهن وفصاله فى عامين أن اشكر لي و لوالديك إليّ المصير [14] و إنْ جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما و صاحبهما فى الدنيا معروفا واتّبع سبيل من أناب إليّ ثمّ إليّ مرجعكم فأنبّئكم بما كنتم تعملون [15]
 Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yg bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu (14), Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yg tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yg kembali kepada-Ku, maka kelak akan kuberitakan kepadamu apa yg telah kamu kerjakan didunia (15)”.

   Adapun hadits bukankah kita sudah tidak asing lagi dengan kisah seorang pemuda yg ingin berjihad bersama Rasulullah SAW untuk menjaga agama ini sedangkan ibunya masih hidup, lalu Rasulullah SAW berkata padanya : 

"إلزمْ رجليها فثمّ الجنّة !"

Taat dan merendahlah kepada ibumu maka itu akan menjadi sebab engkau masuk kedalam surga!” (hadits riwayat Ibnu Majah).

Banyak lagi ayat ayat yg bercerita mengenai taat pada kedua orangtua ataupun hadits hadits nabi yg rasanya sudah kita ketahui, dan tidak perlu rasanya dipaparkan satu persatu.

Keberadaan hari ibu ini tidak menyalahi dan bertentangan dengan syariat Islam itu sendiri,  bisa kita katakan ia justru menjadi bagian kecil dari bagian besar syariat Islam yg khusus berbicara mengenai patuh dan sayang pada orangtua atau ibu khususnya dalam konteks ini (Juzz dari Kull kita sebut dalam mantiqnya), ringkasnya bisa kita katakan hari ibu ini adalah satu warna diantara sekian banyak warna yg menggambarkan bagaimana pentingnya mentaati, menghormati, serta menyayanginya.

Terlebih jika kita renungkan lebih dalam lagi, hari ibu dapat menjadi langkah awal kesadaran pentingnya patuh dan sayang kepadanya untuk orang-orang awam dan anak-anak (kita sebut “tadarruj fittarbawiyyah”).

   Maka, dengan penjelasan yg telah berlalu tidak mengapa bagi kita untuk memeriahkan dan merayakannya, dengan syarat setiap harinya kita senantiasa taat, patuh, dan sayang kepada ibu khususnya serta orangtua atapun keluarga pada umumnya, sebagaimana yg Allah SWT dan Rasulnya SAW inginkan dari kita melalui perantara agama Islam yg ajarkan kepada kita dengan syariatnya nan indah.


   Bait syair indah mengenai taat pada kedua orang tua oleh Imam Syafi’i –rahimahullah ta’ala- yg kami dapatkan dari halaman facebook mahaguru kami Syekh Ali Jum’ah (Mantan Mufti Mesir) –Hafizahullah ta’ala- :



Taati perintah Allah SWT # Dan penuhi hatimu dengan rasa takut kepada-Nya,

Agama ini adalah hak & kewajiban # Ia akan menjadi lentera Rohani dan Jasmani,

Pegang teguhlah agamamu karna ia adalah # Investasi nikmat kebahagiaanmu kelak,

Taatilah Ayahmu karna ia adalah # Orang yg menjaga serta mendidikmu sedari belia,

Tunduk dan senangi Ibumu # Karena durhaka kepadanya termasuk dosa besar,

Ibu telah mengandungmu selama 9 bulan # Serta menahan rasa sakit dan jemu,

Ingatkah ketika engkau sakit # Ibu turut merasa sakit dan hatinya sedih melihatmu.

الحمد لله على نعمة الإيمان و الاسلام, و يا ربّ ارحم والدينا كما ربّيانا صغيرا فأنت أرحم الرامين


Wallahu A’lam Bisshawab.

#IbnAmruRay #21maret_SelamatHariIbu

#Darrasah_Cairo_Egypt.












Sabtu, 19 Maret 2022

( 1 Golongan yg selamat )

 باب شرح السنّة حدّثنا أحمد بن حنبل و محمد بن يحيى قالا حدّثنا أبو المغيرة حدّثنا صفوان ح و حدّثنا عمرو بن عثمان حدّثنا بقيّة قال حدّثني صفوان نحوه قال حدّثني أزهر بن عبد اللّه الحرازي عن أبي عامر الهوزني عن معاوية بن أبي سفيان أنّه قام فينا فقال ألا إنّا رسول الله قام فينا فقال ألا إنّ من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتي و سبعين ملّة و إنّ هذه الملة ستفترق على ثلاث و سبعين ثنتان و سبعون فى النار وواحدة فى الجنّة وهي الجماعة (سنن أبي داود)

“ Bab Penjelasan Sunnah bercerita kepada kami Imam Ahmad bin Hanbal ... (Sesungguhnya umat islam akan terbagi kepada 73 golongan, 72 masuk kedalam neraka dan hanya satu golongan yg selamat, merekalah ahlussunnah wal jama’ah).

Kajian Kutubusittah bersama Syeikh Abdullah Izzuddin Assyafii
 mesjid syeikh Shalih Ja'fari Cairo, Egypt.


Tatkala kami sampai di hadits yg mengatakan bahwa kelak umat muslim akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu saja yg selamat, lantas syekh Abdullah Izzuddin assyafii -hafizahullah ta'ala- pun meminta kami mensifati satu golongan yg selamat...

Hadirin : Yg berpegang pada Qur'an serta sunnah... Yg mengikuti sahabat,,, yg mengikuti langkah ulama2 salaf... Yg.. Yg... Yg....

Lalu syekh tersenyum dan berkata:

" Ya wahai ananda semuanya benar, tapi ingat dan pegang satu point penting yg menjadi karakteristik satu golongan yg selamat ini adalah :

"فرقة ناجية التي تحمل همّ ثنتي و سبعين فرقة؛ كثرة الدعاء لهم و تحمل الشفقة المحمّدية"

"Mereka adalah orang-orang yg mementingkan keadaan 72 golongan lain, mereka yg senantiasa siang dan malam berdoa agar Allah SWT memberikan hidayah kepada 72 golongan lain, mereka yg mencintai golongan lain sebagaimana mencintai dan menginginkan kebaikan yg mereka punya ada digolongan lain, sebagaimana hal yg dicontohkan Baginda Nabi SAW (teladan rahmah beliau SAW tidak perlu rasanya dipaparkan karena sudah menjadi konsumsi umum dan kita pun tahu beliau SAW pun diutus sebagai rahmah bagi alam (Amr Dharuriy))."

-sebagai contoh- Bukankah kita tau, bahwa Bilal bin Rabbah muazzin diera Rasulullah SAW dulunya hamba sahaya yg hari-harinya dipenuhi dgn hinaan, azab, cemooh dari kafir Qurays, halnya demikian beliau senantiasa berdoa untuk mereka tiap hendak azan :

"اللّهم اهد قريشا و أهل مكة فيظهر منهم من يقيموا و يحافظوا على هذا الدين"

"Ya Allah, berilah petunjuk kepada kafir qurays dan penduduk mekkah, karna aku yakin akan muncul diantara mereka orang-orang yg akan mendirikan dan menjaga agama ini".

 niscaya ini jua akan menjadi satu diantara sebab terjadinya fathul makkah, terhadap kafir saja seperti ini, maka tentulah terhadap saudara sesama muslim dan mukmin, sesama mentauhidkan Allah SWT lebih layak dan pantas.

jadi disini bukan angka/pun siapa yg dipandang, melainkan sifat dari mereka.

اللّهم ارزقنا الاستقامة على سائر الأقوال و الأفعال وارزقنا الشفقة المحمّدية واهدنا و جميع أمة  المسلمين.

14 Sya'ban 1443H.