Senin, 16 September 2024

Maulid antara kufur & syukur !?

 و أنت لمّا ولدت أشرقت الأرض # و ضاءت بنورك الأفق

فنحن من ذلك الضياء # و فى النور و سبل الرشاد نخترق

Maulid Nabi adalah perayaan umat muslim sebagai tanda syukur mereka atas kelahiran sayyidull khalq nabi besar Muhammad SAW, memang secara ijma’ maulid adalah perkara “muhdats”  yg berarti tidak ada dizaman baginda Nabi SAW

 menurut pendapat kuat dinuqil dari Imam Sakhawi :  maulid baru ada setelah abad ke-3 hijriah pada dinasti fathimiyah

Maulid kufur...! ucap mereka dengan lantang hanya dikarnakan tidak adanya maulid pada zaman nabi dan 
:disokong oleh pemahaman tekstualis mereka mengenai hadits riwayat Imam Bukhari berikut


 "من أحدث فى أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد"

“segala perkara baru dalam agama dan tidak pernah diajarkan oleh Nabi maka ia tertolak”

atau hadits lain yg senada kandungannya dengan hadits tersebut, Padahal ‘muhdats” tidak serta merta bisa menjadi dalil bahwa maulidan adalah hal yg diharamkan dalam agama Islam, karna ketika kita mengharamkan segala hal yg “muhdats”, maka konsekuensinya akan merembet ke perkara2 lainnya, semisal : Pengumpulan Al-Quran, Penulisan Al-Qur’an, Shalat Tarawih berjamaah, Mazhab Fiqh yg 4, pembagian segala macam fann keilmuan seperti Nahwu, Balagah,.. dsb. Karna hal-hal tersebut juga termasuk dalam klasifikasi muhdats

Jikalau mereka mau berlapang hati sedikit, melihat kepada konteks daripada terpaku pada teks saja, maka perkara-perkara muhdats tadi ataupun yg lainnya masihlah berakarkan kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW, tidak secara “sharahatan” melainkan “kinayatan”, tidak secara “Mantuqan binnash” melainkan “Mafhum muwafaqah binnash”, tidak secara gamblang melainkan satir

!...Justru maulid adalah syukur

Sebagaimana dalam hadist shahih, nabi ditanya mengapa berpuasa dihari senin lalu ia menjawab “karna itu hari kelahiranku”, bukankah ini tanda syukur beliau, bukankah lebih utama lagi kita umatnya untuk mensyukuri hal tersebut !?, Syaikh Abu Abdillah bin Hajj dalam kitabnya "al-madkhal" memberikan ulasan mengenai hadis ini bahwa: "Tidaklah Baginda Nabi ekstra dalam melakukan amalan amalan tambahan di bulan bulan tertentu, melainkan dikarnakan kasih sayang beliau kepada kita dan khawatir hal tersebut menjadi wajib bagi kita ummatnya". Maka Maulid nabi adalah satu diantara manifestasi rasa syukur kita atas diutusnya rahmat bagi semesta alam, sebagaimana Allah berfirman dalam surat yunus ayat 58

"قل بفضل الله و برحمته فبذالك فليفرحوا هو خير مما يجمعون"

Katakanlah atas karunia Allah SWT dan Rahmat-Nya, maka berbahagialah, hal itu lebih baik dari apa yg mereka kumpulkan

Bukankah Allah SWT telah mengatakan kepada kita 

"و ما أرسلناك إلا رحمة للعالمين" (الانبياء 107).

“Dan tidaklah kami utus engkau wahai Muhammad kecuali “rahmat” bagi seluruh alam”

 

 Jadi, dapat dipahami bahwa perayaan maulid ini adalah event dimana kita umat islam berbahagia atas nikmat yg luar biasa ini, serta ajang untuk menarik masyarakat awam mengenal lebih intens sosok nan agung dan mulia Baginda Muhammad SAW

Maka Berbahagialah umat muslim... manifestasikanlah kebahagiaan tersebut dengan segala hal yang positif; membaca alquran, hadir majlis taklim, berpuasa, bersodaqoh,... dsb,  selama perayaan maulid ini tidak tercampur dengan tarian, musik, ikhtilath lawan jenis atau hal-hal syubhat lainnya, maka maulid dibolehkan secara syara', hal ini ditegaskan juga oleh Syaikh Abdullah Shidiq AlGhumari dalam risalahnya "husn tafahhum wa ddark limasalaati tark" syair berbunyi 

يا عصبة ما خبرأمة محمد # و سعى إلى افسادها لاهي

طار و مزمار و نغمة شادن # أرأيت قط عبادة بملاهي

 dan selama kita meyakini bahwa ia adalah Rasulullah dan tidak menyekutan Allah SWT, maka pujian setinggi apapun boleh kita kirimkan kepada beliau SAW sebagaimana dikatakan Imam Bushiri dalam burdahnya

دع ما دعته النصارى فى نبييهم # واحكم بما شئت مدحا فيه واحتكم

وانسب إلى ذاته ما شئت من شرف # وانسب إلى قدره ما شئت من عظم

فإن فضل رسول الله ليس له حد # فيعرب عنه ناطق بفم

 berbahagialah, karna itu adalah bentuk cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, penuh harap dengan segala manifestasi cinta ini, kita legit diakui sebagai umat nabi Muhammad SAW diakhirat  kelak serta dapat cashback berupa syafaat dari baginda Muhammad SAW

إذا كان هذا كافرا جاء ذمّه # و تبّت يداه فى الجهيم مخلّدا

أتى أنّه فى يوم الاثنين دائما # يخفف عنه للسرور بأحمدا

فما الظن بالعبد الذي كان عمره # بأحمد مسرورا و مات موحدا

Jika orang seperti Abu Lahab saja yg jelas jelas tercela dan kekal dineraka, Setiap hari senin diringankan siksaannya hanya karna ia bergembira dengan lahirnya nabi Muhammad SAW, Maka bagaimana jika seorang hamba yg berbahagia sepanjang hidupnya atas kelahiran nabi Muhammad dan wafat dalam keadaan Islam ?!”

(Imam Al-hafidz Syamsuddin Muhammad Nashiruddin addimasyqi)

السلام عليك يا رسول الله, السلام عليك يا نبيّ الله, السلام عليك يا حبيب الله...

Senin,12 Rabiul Awwal1446 H#






Tidak ada komentar:

Posting Komentar